www.kphjember.com


  • Category Archives Informasi Publik
  • JFC X 2011, MUTIARA KREATIVITAS di TIMUR PULAU JAWA

    Teks dan Foto : Tri Damayantho

    Jember – Hari Minggu (24/7) jalanan kota Jember mulai dibanjiri masyarakat yang ingin menyaksikan perhelatan terbesar Jember Fashion Carnaval 2011. Sejak pukul 11.00 masyarakat yang berasal dari kota Jember dan sekitarnya mulai memenuhi ruas-jalan di sekitar Alun-Alun Kota Jember (Central Park). Ruas Jalan RA. Kartini mulai ditutup, mulai dari persimpangan Gatot Subroto dan RA Kartini menuju alun-alun, penonton diharuskan berjalan kaki. Selain itu terlihat wisatawan asing dan domestik juga ikut meramaikan festival tahunan yang sudah terselenggara sebanyak sepuluh kali sejak tahun 2003.

    Tema festival tahun ini adalah “Eyes On Triumph – Firts Decade” akan menampilkan lebih dari 600 peserta (talent) dengan berbagai rancangan kostum dengan 10 tema, yaitu Royal Kingdom, Punk, India, Athena, Tsunami, Bali, Borneo, Roots, Animal Plant, dan Butterfly.

    (more…)


  • PENGATURAN ARUS LALU LINTAS DALAM RANGKA PELAKSANAAN JEMBER FASHION CARNAVAL (JFC)

    PENUTUPAN JALAN

    A. Pada jalur rute peserta JFC pada jalan utama ke akses.
    1. Simpang 3 pada mulut jalan Gg Dahlok / Jl. Sultan Agung.
    2. Simpang 3 pada mulut jalan Diponegoro / Jl. Sultan Agung.
    3. Simpang 3 pada mulut jalan Samanhudi / Jl. Sultan Agung.
    4. Simpang 3 pada mulut jalan Kenanga / Jl. Gajah Mada.
    5. Simpang 3 pada mulut jalan Cokroaminoto / Jl. Gajah mada.
    6. Simpang 3 pada mulut jalan Jl. Gajah mada / Masjid Al Huda.
    7. Simpang 3 pada mulut jalan Kertanegara / Jl. Gajah mada.
    8. Simpang 3 pada mulut jalan Jayanegara / Jl. Gajah mada.
    9. Simpang 3 pada mulut jalan sentot prawiryodirjo / Jl. Gajah mada. (more…)


  • MENGENAL AREN

    Sehubungan dengan pernyataan Perum Perhutani KPH Jember yang akan mengembangkan tanaman aren, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu tanaman yang multi fungsi ini.

    I. Pendahuluan

    Enau atau aren (Arenga pinnata, suku Arecaceae) adalah palma yang terpenting setelah kelapa (nyiur) karena merupakan tanaman serba guna. Tumbuhan ini dikenal dengan pelbagai nama seperti nauhanaupelulukbilulukkabungjuk atau ijuk (aneka nama lokal di Sumatra danSemenanjung Malaya); kawungtaren (Sunda.); akolakelakereinruindu (bahasa-bahasa di Sulawesi); mokamoketuwatuwak (di Nusa Tenggara), dan lain-lain.

    Bangsa Belanda mengenalnya sebagai arenpalm atau zuikerpalm dan bangsa Jerman menyebutnya zuckerpalme. Dalam bahasa Inggris disebut sugar palm atau Gomuti palm.

    Aren adalah tumbuhan yang dilindungi oleh undang-undang.

    Masyarakat pada umumnya, sudah sejak lama mengenal pohon aren sebagai pohon yang dapat menghasilkan bahan-bahan untuk industri kerajinan. Hampir semua bagian atau produk tanaman ini dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Akan tetapi, tanaman ini kurang mendapat perhatian untuk dikembangkan atau dibudidayakan secara sungguh-sungguh oleh berbagai pihak. (more…)


  • JATI, SI EMAS HIJAU

    Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m. Berdaun besar, yang luruh di musim kemarau.

    Jati dikenal dunia dengan nama teak (bahasa Inggris). Nama ini berasal dari kata thekku (തേക്ക്) dalam bahasa Malayalam, bahasa di negara bagian Kerala di India selatan. Nama ilmiah jati adalah Tectona grandis L.f.

    Jati dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1 500 – 2 000 mm/tahun dan suhu 27 – 36 °C baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Tempat yang paling baik untuk pertumbuhan jati adalah tanah dengan pH 4.5 – 7 dan tidak dibanjiri dengan air. Jati memiliki daun berbentuk elips yang lebar dan dapat mencapai 30 – 60 cm saat dewasa.

    Jati memiliki pertumbuhan yang lambat dengan germinasi rendah (biasanya kurang dari 50%) yang membuat proses propagasi secara alami menjadi sulit sehingga tidak cukup untuk menutupi permintaan atas kayu jati. Jati biasanya diproduksi secara konvensional dengan menggunakan biji. Akan tetapi produksi bibit dengan jumlah besar dalam waktu tertentu menjadi terbatas karena adanya lapisan luar biji yang keras. Beberapa alternatif telah dilakukan untuk mengatasi lapisan ini seperti merendam biji dalam air, memanaskan biji dengan api kecil atau pasir panas, serta menambahkan asam, basa, atau bakteri. Akan tetapi alternatif tersebut masih belum optimal untuk menghasilkan jati dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak. (more…)


  • MANFAAT TANAMAN MAHONI

    Pohon mahoni selama ini dikenal sebagai penyejuk jalanan atau sebagai bahan untuk membuat segala bentuk furniture. Berdasarkan penelitian di laboratorium, pohon mahoni (Swietenia mahagoni), termasuk pohon yang bisa mengurangi polusi udara sekitar 47% – 69%. Pohon mahoni yang ditanam di hutan kota atau sepanjang jalan berfungsi sebagai filter udara dan daerah tangkapan air. Daun-daunnya bertugas menyerap polutan-polutan di sekitarnya. Sebaliknya, dedaunan itu akan melepaskan oksigen (O2) yang membuat udara di sekitarnya menjadi segar. Ketika hujan turun, tanah dan akar-akar pepohonan itu akan "mengikat" air yang jatuh, sehingga menjadi cadangan air. Mahoni merupakan tanaman yang berasal dari Hindia Barat dan Afrika dapat tumbuh subur bila tumbuh di pasir payau dekat dengan pantai. Mahoni dikelompokkan menjadi dua, mahoni berdaun kecil (Swietenia mahagoni Jacg.) dan mahoni berdaun besar (Swietenia macrophylla King). Keduanya termasuk dalam keluarga Meliaceae.

    Mahoni berdaun besar dapat tumbuh baik pada lahan dengan ketinggian bervariasi antara 0-1.000 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan 1.600-4.000 mm per tahun dan tipe iklim A sampai D. Pada umumnya mahoni senang pada tanah yang bersolum dalam. Jenis ini juga masih bisa bertahan pada tanah yang sewaktu-waktu tergenang air. (more…)



  • dinamic_sidebar 4 none

©2012 Website Resmi Perum Perhutani KPH Jember Entries (RSS) and Comments (RSS)  kphjember Theme