www.kphjember.com


Tanjung Papuma

Not less than 50 eco-tourist destinations in East Java are managed by the Perum Perhutani Unit II of East Java. All presenting the beauty of its fascinating natural sceneries. One of these is Tanjung Papuma (short for Tanjung Pasir Putih and Malikan) eco-tourist resort, located in the Lojejer Village, the Sub-District of Wuluhan, and the Regency of Jember, East Java.
The tourist resort that presents the beautiful scenery of the South Seas, has, besides the stretches of clean, white sand, also the Malikan stones that are scattered all along the beach. Almost every day these stones change positions, being rolled over by the waves. That is why people call these Malikan stones (malik=balik=turn over)
If you would like to freely enjoy the scenery of the South Sea, you can go to Siti Hinggil,or the Japanese Cave, that is located around 100 metres above the sea level. This Japanese Cave was one of the defense spots used by the Japanese, when opposing the Allied Forces. 
The Combination of forest scenery, and seaview, appears so integrated at this tourist destination, with the Dewa and Nusabarong Islands that further complement the presentation of this eco-tourist destination. All these integration can bee seen by the tourist from the winding roads above.
Besides its sea view that truly fascinates, the Tanjung Papuma eco-tourist destination is the right place for those fond of adventures. Like cross-countries, or mountain climbing. While for those who like to be with nature, there are camping grounds, complete with facilities, such as a mosque, bathrooms. play grounds, and others.
Another, not less interesting place is the Lawa Cave, that has a depth of around 30 metres. This place can be reached during low tides. According to the legend, this place was the place where Kyai Mataram meditated, and was the home of Dewi Sri Wulan, one of the daughters of the Ruler of the South Seas; Nyi Roro Kidul.
After a satsfactory walk along the beach, takle a break at the balairung. While resting, you can also buy souvenirs as tokens of yours visit to Tanjung Papuma
===============================
Pasir Putih Malikan atau yang dikenal dengan Papuma, lebih kurang 37 KM dari arah selatan Kota Jember, merupakan surga terpendam yang menyimpan beribu pesona alam yang tak kalah indahnya dengan pantai-pantai yang berjajar disepanjang selatan Pulau Jawa dan pantai-pantai yang ada di Pulau Bali.Jika kita mengalihkan  pandangan dari pantai ini akan tampak hutan alam yang masih asri.Bagi wisatawan yang akan melewatkan masa liburan, Papuma dapat menjadi pilihan untuk dikunjungi.
Sebagai tempat wisata yang merupakan paduan antara pantai dan hutan tropis yang eksotis, tempat ini akan membuat betah siapa saja yang datang untuk menikmatinya. Kawasan wisata hutan pantai ini seluas lebih kurang 25 hektar, terletak didesa Lojejer Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, yang dikelola oleh Kesatuan Bisnis Mandiri, Wisata Benih dan Usaha lainnya (KBM WBU) Perum Perhutani Unit II Jatim.
Untuk menuju ke Papuma dari arah Surabaya ke Jember akan menempuh perjalanan sejauh sejauh 198 KM. Di Papuma anda akan menemui suatu tempat yang bernama Sitihinggil yang merupakan tempat ketinggian di Tanjung Papuma.Dari tempat ini kita dapat menikmati pemandangan Pulau Nusa Barung dan gugusan pulau karang-karang kecil yang diberi nama dengan sebutan tokoh pewayangan diantaranya Pulau Batara Guru, Kresna dan Narada.
Selain menikmati keindahan pantai pasir putih, ada suguhan pemandangan lain yaitu Goa Jepang yang berada di ketinggian 100 meter yang merupakan tempat pengintaian tentara Jepang pada masa perang dunia kedua, yang bentuknya mirip benteng menghadap ke arah laut selatan. Dibawah Goa Jepang ini ada Goa Lawa (kelelawar) yang berada di bibir pantai dengan kedalaman lebih kurang 30 meter, bila air sedang surut, pengunjung dapat mendekat dan melongok dalamnya.
Selain menawarkan keindahan alam, Papuma menyimpan berbagai jenis tumbuhan yang khas yaitu pandan laut yang tumbuh disepanjang tepian pantai, dan pohon cendana yang bisa dijumpai di setiap sudut pantai. Kawasan wisata yang tenang ini juga menyimpan berbagai satwa diantaranya Biawak dan Lutung (kera hitam) yang sesekali keluar dari tempat persembuyiannya.
Bagi para pengunjung yang kemalaman pun tak perlu khawatir, karena pengelola tempat wisata ini menyediakan Pondok Wisata, dengan 16 kamar ber-AC, yang harganya cukup bervariasi, mulai 125 ribu – 200 ribu per kamar semalam. Selain itu fasilitas ditempat wisata ini cukup memadai seperti tersedianya mushola, balai pertemuan, pendopo, MCK, dan parkir mobil yang luas, warung-warung makan dan tersedianya areal untuk berkemah (camping ground).Pada pagi hari pengunjung yang suka melakukan jalan-jalan bisa melakukan pendakian mengelilingi wisata ini melalui jalan setapak atau jalan yang sudah beraspal, namun bagi pengunjung yang enggan mengeluarkan keringat bisa menikmati keindahan Papuma pagi hari dengan berkeliling menggunakan mobil atau motor.  Pelesir di Papuma, tidak terasa lengkap jika belum merekam kehidupan nelayan setempat. Masyarakat yang mendiami sekitar Papuma umumnya berprofesi sebagai nelayan tradisional.
Disekitar lokasi kawasan wisata Papuma terdapat sekitar tujuh rumah makan yang siap melayani kebutuhan makan minum pengunjung, terutama makanan khas ikan bakar berbagai jenis ikan segar, lobster, cumi-cumi dengan bumbu ala Papuma. Selain itu ditempat ini juga tersedia gerai-gerai yang menjual berbagai macam cindera mata seperti aneka kerajinan dari bambu produk masyarakat setempat, dan makanan khas seperti suwar-suwir. Pengunjung juga dapat turut dalam penangkapan ikan melalui paket memancing dengan perahu nelayan pada tempat-tempat pencarian ikan atau menggunakan perahu sewa, tentunya pada musim yang memungkinkan, yaitu pada saat ombak sedang bersahabat.

 



One Response to Tanjung Papuma

  1. djatmiko prijambodo says:

    Amazing…..
    Kesadaran pengunjung tentang kebersihan perlu terus di ingatkan,terutama pasca rekreasi/makan bersama.Perlu penambahan bak2 sampah serta banner2 rambu2 larangan/himbauan perlu ditambah.


  • dinamic_sidebar 4 none

©2012 Website Resmi Perum Perhutani KPH Jember Entries (RSS) and Comments (RSS)  kphjember Theme